SBY Sudah Tidak Sabar

Diupdate 9:44 PM. . Topik: Berita Terbaru -

Update Berita Terkini kali ini tentang Harga Daging Sapi, sudah menjadi tradisi kalau menjelang ramadhan atau saat ramadhan menjelang Lebaran harga-harga melonjak pesat, tapi rasanya aneh kalo disebabkan karena kelangkaan toh orang- orang pada ga makan karena sedang puasa jd persediaan makanan dari pagi hingga siang yang biasa dikonsumsi harusnya berkurang dan otomatis tidak ada masalah kelangkaan, apakah ada yang bermain dibelakang ini? mari kita simak berita selengkapnya.. .


SBY Sudah Tidak Sabar


SOLO – Harga daging sapi keluaran Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) Solo ternyata sudah tinggi. Sehingga tidak aneh apabila di sejumlah pasar tradisional di kota Solo, Jawa Tengah, harga daging sapi telah menembus harga Rp100 ribu per kg.

"Memang saya akui daging dari RPH Solo dijual sudah berkisar Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kg," ungkap Kepala Dinas Pertanian kota Solo, Weni Ekayanti saat dikonfirmasi okezone, terkait tingginya harga daging sapi, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2013).

Namun demikian, kata Weni, sapi-sapi yang disembelih di RPH Solo dijamin sehat. Karena sebelum dilakukan penyembelihan, sapi yang akan disembelih dipastikan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu.

"Karena RPH Solo milik Pemerintah kota Solo, maka kami sebagai dinas yang bertanggung jawab tentu tidak akan gegabah dalam menyembelih hewan, terutama dalam menyangkut kesehatan hewan," tandasnya.

Weni mengatakan bahwa setiap hari RPH Solo memasok daging sapi ke sejumlah pedagang daging sapi di kota Solo mencapai tiga ton. Kekurangannya memang dipasok dari luar kota Solo.

Sementara itu di tempat terpisah, Nur, pedagang daging sapi di kawasan Pasar Legi Solo mengaku bahwa daging sapinya berasal dari RPH Solo. Untuk daging kategori super, dirinya menjual ke konsumen dengan harga di atas Rp105 ribu per kilo

Jakarta - Lambannya penerbitan izin impor daging sapi beku untuk Perum Bulog membuat kesal Presiden SBY termasuk Menteri BUMN Dahlan Iskan. Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan punya alasan soal kondisi tersebut.

"Kemarin agak lambat Bulog perizinannya, karena mereka (Bulog) belum bisa membuktikan jika mereka mampu soal cold storage (ruang penyimpanan daging), oleh karena itu kementan (kementerian pertanian) mengambil sikap untuk tidak memberikan izinnya dulu," kilah Gita disela-sela penutupan Festival Jakarta Great Sale 2013 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Gita menegaskan tak ada niat kementeriannya memperlambat izin impor daging untuk Bulog dalam rangka stabilisasi harga daging. Sehingga dari jatah impor daging sebanyak 3.000 ton, sebanyak 500 ton pertama akan tiba Rabu pekan depan.

"Sekarang sudah bisa membuktikan, karena beberapa waktu lalu mereka sudah dibuktikan," katanya.

SBY sempat menegur Menteri Perdagangan Gita Wirjawan terkait dengan lambatnya birokrasi izin impor daging yang membuat pasokan daging tak bertambah, sehingga harga sulit turun.

"Saya melihat urusan dagang sapi ini masih berputar, saya berbicara dengan Menteri Perdagangan kemarin, izin di mana? Kepala negara ini meminta para menterinya segera mengambil tindakan sehingga harga daging bisa ditekan.

"Daging sapi, saya kira instruksi saya sudah jelas, Wapres sudah jelas, menko juga sudah beberapa kali memmimpin pertemuan, tapi imlementasinya lama. Saudara dengarkan sosial media tidak?
Saya ingatkan sekali lagi saudara-saudara yah, bahwa pemimpin harus memiliki tiga sense, pertama sense of crisis, urgency, responsbility," tutur SBY.

Pernyataan ini diutarakan SBY saat memimpin Rapat Terbatas di Base ops, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/7/2013).

Beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang hadir di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menkumham Amir Syamsuddin, Mentan Suswono, Kapolri Jendral Timur Pradopo, Direktur Utama Bulog, Wamen Perhubungan, dan Dirjen Bea Cukai.

SBY juga menegur Menteri Perdagangan Gita Wirjawan terkait dengan lambatnya birokrasi izin impor daging yang membuat pasokan daging tak bertambah, sehingga harga sulit turun.

"Saya melihat urusan dagang sapi ini masih berputar, saya berbicara dengan Menteri Perdagangan kemarin, izin di mana? Nggak boleh saling saling melempar, nggak boleh birokrasi terlalu lama di pertanian," papar SBY

Pada kesempatan itu, SBY menyatakan, sebelum keputusan kenaikan harga BBM subsidi diambil, Wakil Presiden Boediono dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan agar stabilitas harga pangan terjaga.

"Memang bulan Ramadan selalu ada kenaikan, itu wajar tetapi ya jangan terlalu belebihan, wajar petani setiap tahun dapat pendapatan lebih.
Tetapi untuk urusan daging sapi ini, saya sudah lama berteriak, sudah lama kita membahasnya," tegas SBY.

SBY ingin mendapatkan laporan dari para enterinya untuk mengajak pengusaha sapi dalam negeri untuk menyelesaikan persoalan tingginya harga ini.

"Jangan pula pebisnis besar main mata, entah unsur pemerintah, entah unsur manapun yang bikin susah pemerintah," ujar SBY.



Demikian Update Berita terkini kali ini tentang Harga Daging, Semoga masalah yang ada ini dapat segera di atasi, ayoo jangan saling ambil untung besar sendiri, di bulan yang suci ini marilah kita berbagi, jangan serakah nanti bisa kena azab loh.... Selamat Beribadah dan Salam Sukses Untuk Kita Semua

0 komentar:

Poskan Komentar