Napi Mengamuk di LP Medan

Diupdate 2:51 AM. . Topik: Berita Terbaru -

Update Beita Terkini kali ini pada "Napi Mengamuk di LP Medan", Banyak sekali kasus yang dihadapi Indonesia, belum selesai duka di Aceh kemarin, sekarang ada lagi permasalahan baru tentang Napi, apa ada yang salah di Negara ini? kenapa tidak bisa saling mengerti dan memahami antar sesama manusia? Harapan saya sebagai penulis semoga hal ini cepat selsesai, oh iya berikut berittanya selengkapnya tentang Napi Tanjung Gusta, Medan.


Napi Mengamuk di LP Medan

MEDAN - Jajaran Kepolisian Daerah Polda Sumatera Utara berhasil menangkap sekira 10 narapidana LP Tanjung Gusta yang mencoba kabur.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Syarief Gunawan mengatakan sudah ada 10 napi yang berhasil diamankan tapi jumlah keseluruhan yang kabur belum diketahui.

"Masih simpang siur jumlah napi yang kabur, polisi masih fokus dalam pengejaran," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, kerusuhan diduga disebabkan matinya aliran listrik dan air sehingga sejumlah napi mengamuk dan membakar fasilitas LP dan sejumlah tabung gas.

Diperkirakan ratusan napi berhasil kabur dari LP Tanjung Gusta Medan setelah menjebol tembok belakang, sementara polisi sibuk mengendalikan situasi dan mencoba memadamkan api.

Dua diantara napi yang berhasil kabur merupakan tahanan terorisme, sedangkan napi lainnya terlibat kasus seperti narkoba, pembunuhan dan lain-lain.

Medan, - Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin langsung diberondong curhat para napi penghuni Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan. Para napi bicara soal PP remisi hingga mengeluhkan kondisi mereka di jeruji sel.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas 1 Medan, di Jalan Permasyarakatan, Tanjung Gusta, Jumat (12/7/2013), salah seorang delegasi napi menyatakan mereka ingin agar Peraturan Pemerintah (PP) soal tidak adanya perolehan remisi untuk napi tertentu, agar dihapus.

"Kami bukan penjahat pak, kami hanya tersesat. Jadi tolonglah pak PP itu di hapus," kata seorang napi bernama Henri.

Mereka juga melaporkan tentang kondisi di LP yang membuat mereka tidak bisa beribadah. Para narapidana resah karena sejak pagi hingga menjelang berbuka puasa, listrik di lapas mati total.

Kondisi makin buruk, karena pompa air juga tidak berfungsi sehingga banyak narapidana tidak dapat mandi dan membersihkan badan.

"Kami dalam tahap tobat Pak, dan kami mau menjalankan ibadah puasa. Jadi tolong listrik dan air di perhatikan jangan sampai terhenti," kata Siregar.

Menanggapi permintaan itu, Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin menyatakan akan mempertimbangkannya. Dia menilai permintaan tersebut juga cerminan dari keinginan penghuni LP di tempat yang lain.

"Ini bukan hanya aspirasi warga binan yang ada di LP Tanjung Gusta tapi juga merupakan aspirasi warga binaan di seluruh Tanah Air. Juga fasilitas yang akan diperbaiki," katanya.

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com — Aparat kepolisian Resor Pematangsiantar berhasil menangkap kembali seorang warga binaan (narapidana) yang kabur dalam kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan, Jumat (12/7/2013) sore.

Narapidana bernama Adianto (33) itu ditangkap saat menumpang sebuah bus dari Medan menuju Pematangsiantar. "Kita menangkap warga binaan yang kabur dari LP Tanjung Gusta saat menggelar razia di perbatasan sejak siang hingga sore. Warga binaan kita tangkap sekitar pukul 16.30 WIB," kata AKP Efendy Tarigan, Humas Kepolisian Resor Pematangsiantar.

Menurut Tarigan, awalnya polisi menghentikan bus Sentosa yang datang dari Medan. Dia bermaksud menemui ibunya yang memang warga Pematangsiantar," jelas Tarigan.

Tarigan menambahkan, Adianto merupakan warga binaan dengan hukuman seumur hidup karena melakukan pembunuhan di Tanah Karo, Sumatera Utara, tahun 2004 silam.

Di markas Kepolisian Resor Pematangsiantar, Adianto masih terus diperiksa petugas.

Demikianlah update Berita Terkini kali ini tentang Kasus di Medan, semoga dapat bermanfaat. Contohlah hal yang baik dan yang patut ditiru serta jangan jadikan hal yang kurang baik sebagai cermin agar kita tidak melakukan hal yang sama. Salam sukses untuk kita semua.

0 komentar:

Poskan Komentar